Diduga Menipu Klien, Advokat Jevon VG Diadili Di Pengadilan Negeri Jakarta Utara

AKURATNEWS -Sidang dugaan tindak pidana penipuan dengan terdakwa Jevon kembali di sidangkan di pengadilan negeri jakarta utara, Kamis (20/2/25).
Pada agenda sidang keterangan saksi, jaksa penuntut umum dari kejaksaan negeri jakarta utara telah memanggil para saksi sesuai SOP.
Menurut jaksa penuntut umum, Dalam penanganan perkara dugaan penipuan yang mengakibatkan kerugian terhadap Dodiet Wiraatmaja senilai Rp.320 juta rupiah tersebut, jaksa telah memanggil sejumlah saksi
Para saksi yang telah diperiksa yakni: saksi korban Dodiet Wiraadmaja, Saksi Donal, Saksi Olivia, serta saksi Herna dan Dyan S, yang akan diperiksa pada Kamis (20/2/25).
Sementara, terhadap saksi Agie pihak kejaksaan negeri jakarta utara telah melakukan pemanggilan sesuai prosedur berdasarkan bukti surat panggilan sidang.
Akan tetapi saksi Agie telah memberitahukan bahwa untuk saat ini belum bisa hadir karena ada urusan di luar kota.
Namun demikian pada persidangan berikutnya kami akan memanggil kembali agar dalam persidangan berikutnya hadir memberikan keterangan dihadapan Majelis Hakim," ujar jaksa penuntut umum Erma
Dalam dakwaan jaksa disebutkan bahwa perbuatan yang dilakukan terdakwa Jevon dan saksi Moses pada 22 Oktober 2020, di Djournal Coffee Emporium Mall Pluit Jakarta Utara, dengan cara, terdakwa Jevon VG memperkenalkan saksi Dodiet Wiraatmaja selaku Direktur PT.Hutan Alam Lestari (PT.HAL) dengan saksi Moses Ritz Owen Tarigan (berkas terpisah) dari MOSES TARIGAN & PARTNERS di Djournal Coffee daerah Emporium Mall Pluit Jakarta Utara.
Terdakwa Jevon yang merupakan Legal di PT.Hutan Alam Lestari menawarkan kepada saksi Dodiet Wiraatmaja selaku Direktur Utama PT HAL untuk mendapat jasa hukum dari Moses Tarigan & Partners, untuk menangani perkara gugatan Perdata dengan pihak CV.Leo Mandiri, CV.Samantha dan CV.Arihta di Pengadilan Negeri Sengeti dan Pengadilan Negeri Jambi dengan nilai jasa sebesar 300 juta rupiah, ditambahan retainer atau jasa konsultasi senilai 20 juta rupiah.
Adanya perjanjian jasa hukum untuk proses mediasi kepada ketiga CV tersebut dengan kesepakatan apabila mediasi berhasil maka pihak Moses Tarigan & Partners, dalam hal ini saksi Moses berhak atas Professional Fee 200 juta rupiah. Namun jika mediasi gagal maka pihak Moses Tarigan & Partners hanya berhak atas Professional Fee sebesar 10 juta rupiah.
Setelah menandatangani surat perjanjian dan surat kuasa penanganan perkara perdata, terdakwa Jevon meyakinkan saksi Dodiet Wiraatmaja, bahwa kantor hukum Moses Tarigan & Partners berkantor di kawasan elit dan terdakwa Jevon mengatakan jika saksi Moses adalah pengacara hebat.
Ternyata alamat kantor Moses Tarigan dan Partners yang dicantumkan yaitu Neo Soho Podomoro City Lt 23 Unit 8 Jl. Letjen S.Parman Kav 28 Grogol Jakarta Barat, tidak sesuai dengan sebenarnya karena alamat Neo Soho Podomoro City Lt 23 Unit 8 Jl.Letjen S.Parman Kav 28 Grogol Jakarta Barat tersebut adalah alamat Kantor Hukum JUN CHAI & Partners.
Selanjutnya dalam pengiriman uang, terdakwa Jevon VG tidak menyebutkan merupakan dana untuk Pelayanan Jasa Hukum sebagaimana perjanjian tertulis di tanggal 4 November 2020, sehingga terkait dana tersebut diketahui oleh saksi Agie merupakan pemberian tanda terima kasih dari pihak PT. HAL yang dititipkan melalui Jevon.sebesar 320 juta rupiah adalah ucapan terima kasih tambahan serta permintaan agar tetap membantu untuk memberikan nasehat hukum terhadap proses gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jambi dan di Pengadilan Negeri Sengeti.
Kemudian menurut saksi Agie, Perjanjian Jasa Hukum tanggal 4 Nopember 2020 antara PT Hutan Alam Lestari dengan Moses Tarigan & Partners tidak terjadi pelaksanaan dikarenakan PT.HAL melakukan wanprestasi terlebih dahulu terkait ketentuan termin jadwal pembayaran yang telah disepakati bersama sebagaimana tertuang di perjanjian tersebut, sehingga atas peristiwa itu mengakibatkan PT.HAL menderita kerugian materi sekitar 320 juta rupiah.
Sementara uang 320 juta rupiah tersebut telah diserahkan saksi Jevon VG kepada saksi Egie Gama Ignatius melalui M-Banking. Kemudian uang tersebut diserahkan saksi Agie kepada Moses dan sisa 5 juta rupiah digunakan terdakwa Jevon untuk pembelian tiket pesawat Jakarta-Jambi.
Bahwa terkait hak PT HAL dalam perjanjian jasa hukum tersebut PT Hutan Alam Lestari tidak mengetahui sama sekali terkait tahapan-tahapan proses persidangan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Sengeti dan di Pengadilan Negeri Jambi, karena tidak pernah diberikan informasi oleh terdakwa Jevon maupun pihak Moses Tarigan & Partners sehingga kemudian diketahui pihak Moses Tarigan & Partners tidak pernah memberikan memberikan jasa hukum sebagaimana Perjanjian Pelayanan Jasa Hukum tanggal 4 Nopember 2020 dikarenakan pihak Moses Tarigan & Partners tidak pernah mendapatkan Professional Fee sebesar Rp.300.000.000.
Komentar